Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juni 2016

BERSUA DI KOTA TUA


Sket Pencil 


Mata meminang dekapan persaudaraan, dalam minuman dan kebaikan yang meminjam segar dari kuasaNya, marilah kawan tunggu aku dan jemputlah pertemananku.Aku tahu dunia pertemanan tidak erat dengan tukar menukar antar keinginan tapi dengan keihklasan, kawanku bisakah kita memulai berjuta kata yang akan terlupakan ketika kita besar nanti?

Kota tua dengan segudang sejarah dalam cerita, memuat lampau yang nestapa dan senyuman indah. Marilah kita duduk dengan paragraf baru kawan , walau titik sudah menutup cerita kota tua itu. Apakah sekedar titik dan cerita lama mampu mengakhiri sebuah kisah yang tak beranak pinang dan menolak mencintai ujung yang pada  akhir akan tenggelam karena waktu. Dalam era itu kaki lima dan segelintir gorengan jajakan menjadi saksi adanya pertemuan yang menghasilkan tawa, kursi dari kayu dan meja dari bambu satu dari sekian banyak sentuhan yang menjadi saksi sejarah. Dalam kerlap kerlip malam walau kunang menjadi sinar dan flamboyan adalah harapannya, bukan tidak mungkin cahaya kebaikan menghampiri dan menjemput menjadi cerita yang indah pada akhirnya.

Pada daun yang telah menghamba dari waktu, merubahnya menjadi kuning hingga kering , jatuh dan dilenyap angin. Dia tak bisa menjadi saksi sejarah akan perjalanan dan diksi melelui cerita yang kental dengan tawa yang melekat namun tak sedikit rintangan yang menerjang. Pada angin, hanya menghasilkan suasana dingin walau hembusan tak kenal situasi hanya bergerak mengikuti siklus iklim ini. Angin dan daun hanya segilintar dari jutaan saksi bisu yang menjadi sejarah .
Kawanku, bolehkah kita duduk satu meja dan kursi dibarengi lentunan musik klasik tambah kopi panas yang serba serbi rasa sehingga kopi hitam tingggal cerita. Aroma dulu mungkin tak senikmat aroma sekarang, suasana lampau dan angin malam yang begitu bersahabat selalu memeluk hingga terlalu banyak diksi dan bait yang terlupakan.

Kawanku, mungkin Gorengan yang dulu berupa pisang dan ubi ditambah balutan saus hasil karya sentuhan batu untuk menumbuk lombok terasa nikmat, ditambah suguhan sarabba dan kopi hitam menggoyahkan bibir dan menghangatkan lambung. Belum lagi, layar lebar dekat pos ronda memperlihatkan tontonan yang menarik, walau warna hitam putih paling tidak suara dan sentuhan hatinya masih menyentuh para pujangga remaja muda.
Kawanku, jika waktu itu kursi dari bambu tak lapuk, mungkin tak akan tergantikan dengan sofa yang menyajikan rasa empuk pada pinggul. Bambu yang penuh filosofi baik sebagai alat perang,alat santai bahkan alat untuk membuat gubuk dan rumah ditengah desa.

Kawanku, sejenak mari lihat masa kecil kita, ketika perumahan hanya disekitar metropolitan dan kota-kota besar,; sekarang terjung deras menyapu rata pemukiman, bukankau kah kau tau? Ketika kita bermain riang diladang,pemandangan pohon pisang dan batang rambutan menjadi pijakan antara ranting dengan ranting lainnya, kalau buah mulai matang, tangan nakal kita  memitik dan menikmati lewat mulut lalu ke purut, sungguh asik bukan?

Kawanku,sekali lagi kemarilah kita bersua dengan cara kita sendiri, tidak dengan miras dan ganja segar tapi dengan diksi dan deretan kalimat dengan kopi yang serba-serbi rasa untuk masa kita. Walau kursi dibaluti dengan sofa lalu kakinya kayu dan menepak riang dengan kemewahan , jangan ragu kita harus tetap duduk walau sedikit congkak dengan keadaan zaman. Kawan mari hirup aroma kuliner dan santap malam para pujangga kekinian walau pamer harga diri kita harus tetap menerima itu.

Kawan, hari ini selalu ada saja yang berbeda dengan suasana dan masa depan, kalian pasti tahu tentang masa lalu yang melahirkaan perubahan suasana, bahkan kalain sudah menafsirkan zamanlah yang berperang besar dalam tenggelamnya kota tua ini.


Lewat essay dan puisi puisi yang tersusun rapi dalam rak-rak sepi, kita berkumpul dalam satu pelukan membesarkan tulisan di kota tua , karena essay kalian sugguh luar biasa dan mampu memunculkan pucuk yang telah hilang dikota tua itu. Terus lah bersua dengan kata dengan konotasi yang baik tanpa menghancurkan harkat kemanusiaan, karena kopi dan essey sangat enak aromanya walau hanya secangkir tapi tetap mantap

Rabu, 01 Juni 2016

UMUR BERTAMBAH PANCASILA PERKASA




Selama tiga hari lamanya saksi sejarah itu tertuliskan, pikiran dan tenaga dituangkan hanya menyumbangkan pokok dan imajinasi yang tak sekedar sumbangsi belaka. Lambat jauh sebelumnya sebuah lembaga dibentuk untuk mengurus persiapan dan administrasi kemerdekaan bangsa indonesia, BPUPKI adalah akronim lembaga tersebut  ddengan melakukan pergerakan dan  mengadakan pertemuan untuk mengusulkan dasar negara yang akan menjadi pedoman hidup warga bangsa.




 
















Sumber Gambar : www.artikelsiana.com


 
Beberapa  putra bangsa yang berani bermain-main  dengan dasar negara ,  Soekarno seorang putra yang lahir untuk menyuarakan pikirannya  semata kepentingan bangsa dan negara, Moh Yamin tak beda jauh dengan soekarno, punya daya dan intonasi baik membuat Yamin mengeluarkan pikiran lisan dan tulisan untuk bangsa dan negaranya. 29 -1 Juni  1945 Sidang BPUPKI membuang-buang waktu untuk memikirkaan masa depan bangsa ini. Sepakat dengan kebijakan bersama 1 Juni 1945 dengan menimbang berbagai kebijakan tanpa mencederai harkat kemanusiaan akhirnya pancasila memiliki arti yaitu 5 Dasar negara indonesia, dan terdapat 5 dasar negara yang mencertikan tujuan dan pedoman hidup bangsa indonesia.

Umur bertambah pertanda perubahan dan tantangan akan berbeda, berbicara soal perubahan tak ada sila yang harus dirubah, melainkan sikap yang harus dirubah, sikap dan tindakaan yang selama ini menyimpangkan pancasila, sikap yang selama ini menganggap pancasila hanyalah seruan kata disetiap ceremony atau Upacara, sikap yang selama ini menganggap pancasila semata rumusan yang tak bermakna, sikap yang selama ini menganggap pancasila sebagai bajak laut yang tak kenal peta. Perubahan seperti ini yang harus kita rubah, sikap dan implementasi dari pancasila adalah kunci masyarakat indonesia untuk merubah segalanya.
Selama ini perjuangan pancasila dalam mengarungi layar kehidupan selalu dihampiri oleh angin badai bahkan ombak besar, diawal munculnya pancasila merupakan satu dari berbagai ideologi yang memilih jalan lain untuk memihak di Perang dunia Kedua.Yah, gerekan non blok adalah bukti keperkasaan pancasila untuk memilih jalan hidunya sendiri, pancasila pantang surut ketika dunia dihebohkan oleh genjatan senjata blok barat dan blok timur bercerai berai, keberanian dan tak kenal mati membuat pancasila berwibawa menyalakan matanya di dunia internasional, masuk tahun 1947 hingga 1965 terdapat kawan setara pancasila sebagai ideologi yang akan mengkudetanya dari kursi kedudukan dasar negara indonesia, Komunisme muncul untuk melengserkan pancasila dengan akte kelahiran “ menjadikan indonesia sebagai negara komunis yang adil dan berdaulat” , awalnya pandangan masyarakat komunis merupakan gerakan yang mampu membantu indonesia dalam bidang kerjasama dengan negara-negara yang berkedok komunis, namun lambat laun komunis menunjukan tanduk merahnya untuk menguasai dan mengkudeta pancasila, dengan meletusnya pada 30 September 1965 membuat pemerintah indonesia resmi mengeluarkan sebuah pernyataan yang loyal untuk tidak bersua dengan komunis. Lagi dan lagi keperakasaan pancasila dibuktikan untuk tidak berpindah dari kursi kedudukan sebagai dasar negera.

Indonesia merupakan negara yang mengutamakan segala sesuatu yang bersifat relegius dalam sila pertama disebutkan “ketuhanan yang maha esa”, masyarakat mengakui keberadaan dan kekuasaan Tuhan diatas segalanya, pancasila juga disumberkan bahwa segala sesuatu yang terjadi harus dilakukan berdasarkan syariat agama dan tidak mencederai harkat keagamaan.

Semenjak masa reformasi disuarakan dan Hak Asasi Manusia diakui kekuatan sila kedua menjelma menjadi kekuatan besar” Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab” . Pancasila sebagai sarjana dasar negara tak pernah  memandang perbedaan masyarakatnya, tujuannnya agar negara ini lahir dengan memiliki Hak manusia yang diakui oleh masyarakat, mengargai perbedaan, tolong menolong, mendirikan ikhtiar,dan  kerjasama satu sama lain, tentunya tanpa melukai kewibawaan kemanusiaan.

Semangat kesatuan dan persatuan diatas semangat lain merupakan modal utama berjiwa nasionalis dan membawa indonesia menjadi lebih baik. Sila ketiga yang mengungkapkan persatuan yang kuat diantara persatuan lain, kekuatan kita adalah bersatu menyambungkan tali yang terlapas dan membentangkannya dan berderap maju untuk bersama menjadi bangsa yang tidak keterbelakangan.

Sila keempat ungkapan kerakyatan dan musyawarah adalah kata kunci dari negara ini, kepentingan rakyat yang utama, negara ini didirikan agar masyarakat hidup dengan layak, dengan mengedepankan mayawarah sebagai bentuk penyelesaian masalah.

Sebagai penutup dari 5 sila ini, Tujuan negara indonesia adalah memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi. Serta disempurnakan dengan sila kelima dari pancasila “keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.”

Kini pancasila memasuki usia yang baru, keperkasaannya tak pernah disurutkan oleh siapapun, tak ada berani yang bermain-main dengan 5 silanya pada setiap upacara dan ceremony, tak akan ada kata tambahan dari kesejatian dalam 26 kata dan 5 kalimat yang ada pada pancasila.
Selamat Hari jadi pancasila 1 Juni 2016 , tetaplah berdiri gagah dengan sang garuda melebarkan sayap yang gagah dan mata yang menyala, buatlah cengkraman yang kuat pada dasar negara ini, dan mengaunglah diangkasa hingga membela katulistiwa.

Selasa, 24 Mei 2016

HARI KEBANGKITAN NASIONAL : KITA BANGKIT !!!






Kita Bangkit 

Kita Bangkit!  

           Kalau umur saya belum cukup dewasa untuk berpikir, saya meminta maaf kepada indonesia. Karena belum ada semangat kedewasaan yang saya berikan kepadanya, tapi jika indonesia meminta darah diantara 1000 pemuda , saya siap berdiri membentangkan pancasila dan mengibarkan bendera merah putih di batas katulistiwa.


20 Mei 1908 silam sebuah peristiwa yang bersejarah untuk indonesia. Kenapa Tidak? Dari sekian lama tidur panjang  akhirnya indonesia terbangun, sekian lama tertindas akhirnya indonesia mulai bergerak, sekain lama mengusap muka dalam suasana air mata dan darah akhirnya indonesia mengobati lukanya, dari sekian lama sakit dan pikul akhirnya indonesia menunjukkan tajinya, dan dari sekian lama terjajah di kaki sendiri akhirnya indonesia dicambuk oleh rasa kebangsaaan yang loyal dengan mengedepankan semangat kenegaraan yang diabadikan sebagai hari Kebangkitan Nasional.

 Kita selalu saja belajar dan berpatok pada sejarah, yang menggambarkan cerita dan kisah agar sejarah yang pahit itu akan menjadi manis dan sejarah yang dulunya sudah manis  tak akan ada pahit yang bercampur untuk mengaduk dengan manis. Sepanjang sejarah selalu ada kata untuk bangun dan selalu ada tindakan untuk bangkit, kita bernegara tak harus tunduk dan berprofesi menjadi budak untuk negara lain, kita tak harus menjadi pengemis untuk negara lain, meminta bahan-bahan industri, meminta beras, meminta minyak dan masih banyak lagi.
Di usia indonesia yang beranjak 71 Tahun ini, makin banyak pekerjaan rumah yang kita miliki, mulai dari masalah formal maupun informal, permasalahan yang mengarungi jagad keindonesiaan kita selalu saja berujung dengan ketidakpastian, rasanya kita hanya menjadi negara yang penuh dengan masalah, kita selalu belajar dengan masalah dan tidak tahu untuk belajar mengatasinya. Satu hal yang kita haru tahu ,Ini hanya sebuah tikungan yang harus kita luruskan, agar tak menempuh jalan buntu diujung sana.
Kemisikinan misalnya masih saja dan mungkin terus ada di indonesia, permasalahan ini merupakan penyimpangan sosial yang cendrungan mempengarui Akreditasi indonesia secara ekonomi mapun sosial, namun pemerintah tak hanya diam , bertindak dan bergerak melakukan solusi untuk menetaskan kemiskinan, lagi-lagi kita selalu keliru dalam memberikan solusi, parahnya solusi yang kita lakukan mala membuat masalah baru, sehingga mencai solusi lain.
Korupsi Kolusi dan Nepotisme ! kapan kita bisa menjadi bangsa yang jujur? Elit pejabatnya selalu bermain-main dengan kewenangan yang dimilikinya, sudah terlalu banyak suara untuk masalah ini.
Di Hari Kebangkitan Nasional ini, Kita bertekad bersama untuk bangkit mentaskan kemiskan, memberantas korupsi, dan membuat indonesia lebih maju. Kita adalah bangsa yang besar dengan belasan ribu pulau yang membantang dari sabang sampai marauke, kita adalah negara maritim dengan perbandingan 1/3 antara laut dan daratan.

Sebagai petani kita bangkit untuk menghasilkan beras-beras berkualitas dan siap untuk menjadi  pengekspor beras di Masyarakat ekonomi ASEAN
Sebagai nelayan kita bangkit untuk semangat mengarungi samudra membawa hasil laut dan menjualnya untuk negara tentangga hingga dikanca dunia
Sebagai Buruh kita bangkit dan semangat bekerja menghasilkan produk dalam negeri yang berkualitas dan bersiap untuk menghadapi masyarakat Ekonomi ASAEN
Sebagai pelajar kita bangkit menjadi generasi yang berkualitas dan bersingritas untuk menghadapi masyarakat Ekonomi Bebas yang mengancam penguasaan sistem Sosial Ekonomi beberapa tahun kedepan

Setegak apa negeri ini bangkit, setegak hasrat semangatmu tak mampu tergoyah tuk meng-Indonesia
Itulah yang diteriakkan Boedi Utomo, Kita Bangkit Untuk Meng- Indonesia , kita Jaya untuk Indonesia, kita Bersatu untuk Indonesia dan Kita Ada untuk Indonesia
Selamat Hari Kebangkitan Nasional!!
KITA BANGKIT TINGKAT NASIONALIME

Alhamdulillah, dengan izin Allah Swt, Tulisan Ini terbit di Portal Berita Nasional
Liputan8.com Ayo Cekk


Sabtu, 21 Mei 2016

Mereka Mati Tapi Mereka Kuat : Untuk Aleppo





Ashabul Ukhdud tercermin dalam Al’Quran ” 4. Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit,   5 . yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, 6.  ketika mereka duduk di sekitarnya,  7. sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Buruju: 4-7)

Dapat kita simpulkan bahwa Umat Islam yang mengalami kondisi seperti ashabul ukhdud , dibakar, dibunuh karena mempertahankan akidah dan iman nya cukup banyak terjadi pada masa dewasa ini. Seperti umat Islam di Afrika tengah, Muslim Rohingya di Myamar, Muslim Uighur di China. Dimasa lalu dialami juga oleh  muslim di Bosnia ,  semoga mereka gugur sebagai syuhada di jalan Allah.
Dan kini, diantara dekapan kota-kota metropolitan dunia, antara ruang-ruang tempat bersua dan menyimak kehidupan dengan aman,tentram dan damai, diantara suara-suara azan yang berkumandang  merdu serta bersahabat, memainkan irama kehidupan dalam melodi yang indah, menjadi ciri khas dari sekian ribu kota yang ada jagad dunia. Lampu sebagai penerangan terjamin oleh penguasa, keamanan rakyat ,keselamatan bangsa bahkan kesejahteraan rakyat adalah tanggung jawab negara,menjadi suapan bagi negara yang sedang aman  dan menikmati masa modernisasinya.

Diantara kota yang bersinar gemerlapan , berjejer pohon penghias kota sabagai lampion pelengkap, ditambah alun-alun kota menyajikan kualitas untuk umatnya. Suriah yang kini menjadi boneka rusia dan iran melakukan lebih dari 260 serangan udara, 110 artileri, 18 peluru kendali, 68 bom, membantai lebih dari 200 warga, serta melukai ratusan lainnya. Sangat canggih di dengar bukan, gempuran pesawat yang super canggih, suara bising kendaraan tank yang membumihanguskan,  suara tembakan yang berirama dengan rintihan air mata, lampu-lampu dari pesawat penyergap menjadi penerangan, alun-alun kota dikuasi oleh rezim yang kurang bermartabat, tertinndas dan terperangkap dijurang kekausaan.
Aleppo sebuah kota yang lahir di negara Suriah, menjadi kebiadaban rezim Bashar Assad terhitung dari April lalu, seakan dunia tutup muka, bahkan acuh terhadapnya,lebih sedih lagi seimannya pun kurang peduli padanya. Ditangan seorang penguasa ,rakyatnya menagis darah, anak-anaknya rehat untuk belajar dan merasakan diri sebagai korban penindasan, ibu-ibu berlarian menghindari senjata, para masyarakatnya saling campur aduk berkejaran mencari jalan,tak jarang perlawan tetap dialamatkan kepada mereka yang berkuasa tak mengenal asal.
Sembilan hari awal mulanya, gedung-gedung hancur ,sekolah berantakan, masjid dileburkan,bahkan rumah sakitpun harus menerima kejamnya Rezim di negara itu. Porak-porandakan tak beraturan, tertindas karena mahakarya negara dibelakangnya.
Ashabul Ukhdud telah dijanjikan dalam al Qur’an bahwa peristiwa ini akan terjadi pada Abad ke-21, muncullnya kaum muslim yang membunuh saudaranya sendiri dan tidak puduli dengan saudaranya menjadi salah satu pertanda untuk datangnya akhir zaman. Ahlul fasad (para pengusung kesesatan) selalu berusaha untuk menularkan dan mewariskan kesesatan mereka, dengan berupaya sekuat tenaga untuk melanggengkan kesesatannya tersebut. Bukan kah ini terjadi di Aleppo Suriah , semua penguasanya aktif dalam kontestasi merubut kekuasaan, semua penguasanya terlena menikmati keenakan duniawi, semua penguasanya dinamis akan kehidupan sejahtera, dan semua penguasanya menghalalkan segala cara untuk hidup diatas pendirataan ummatnya.


Dengan itu, dunia pun menyimpulkan bahwa Rezim Assad dan semua pihak yang mendukung kejahatan agresi militer berupa pengeboman, pembakaran, pembantaian, serta fitnah terhadap orang-orang yang beriman kepada Allah SWT, yang merupakan umat Nabi Muhammad SAW di Aleppo adalah ‘Ashabul Ukhdud Abad ke-21. Dimana muncul sebauh kaum yang akan melakukan kerusakan dibumi dan akan menjemput Dajjal sebagai tamu kehormatan untuk datang bersamanya.

Sekarang dunia sedang melempiaskan kisah sedihnya dengan memberikan doa dan uluran tangan, entah hanya amankan simpati atau ikhlas dalam hati?, dunia sedang berduka melihat saudara-saudaranya tertimpah dibawah ketiak penguasa yang biadab dan tak bermartabat.

Hal yang perlu kita ketahui bahwa Kisah Ashabul Ukhdud menceritakan tentang penduduk sebuah negeri yang menyatakan keimanan kepada Allah SWT. Mereka terus mempertahankan keimanannya tersebut karena melihat saudaranya sarapan dengan ketidakadilan , meskipun penguasa negeri membunuh mereka semua dengan melemparkan ke dalam api yang menyala-nyala.

Seluruh umat islam dunia terpukul,sedih dan duka yang setiap hari di dengar. Mereka yang mempertahankan kebenaran harus merasakan ketimpangan , mereka yang  mempertahankan hak yang batil harus  merasakan kekikiran penguasa negerinya.

Oleh karena itu, untuk seluruh umat islam di dunia, dalam tulisan ini saya kabarkan kepada kalian semua , sebuah pertanyaan untuk memastikan kita tetap menjadi agama kedamaian dan rahmatan lil alamin. Apakah kita punya rasa kemanusiaan? Di saat saudara-saudara Aleppo bernyanyi dengan darahnya, Apakah kita punya rasa kasih sayang? Di saat mereka di Alepo menangis merujuk perih tak terhenti karena tirani, Apakah kita masih punya hati untuk melihat kesedihan di atas tanah Aleppo ?

Lubang, mayat, air mata, darah, runtuhan, boom, dan kerusakan.  hanya itu yang dapat kita lihat di Aleppo, disaat kita tertawa sebagai umat  islam sedangkan saudara kita yang juga umat islam membutuhkan uluran tangan dan doa kita semua. Kendati demikian hal ini tidak boleh dibiarkan, apapun yang terjadi keadilan tetap kebenaran yang nyata.

Untuk umat Muslim di seluruh dunia, dalam tulisan ini harapan saya mari kita tegakkan syariat islam dengan Qur’an , karena ini masalah keyakinan kita kepada Allah swt , tentang Islam, tentang saudara-saudara kita Aleppo. Kita berdoa agar kita dimatikan dalam khusnul Khotimah dan ditempatkan dalam syurga Firdaus . Aminn
  

Referensi Penulis
1. Perubahan Sosial yang nyata di Negeri Aleppo
2.
( Sumber Gambar: http://www.aljazeera.com )

Selasa, 10 Mei 2016

9 MEI TOLAK BENIH KOMUNISME


Bahwa hari ini dunia melewati tonggak sejarah tanggal 9 mei dimana komunisme lahir sebagai idoelogi yang dinamis dan berawal dengan manis, muncul komunisme tak terlepas dari maha karya tangan dari soerang tokoh seperti Karl Marx , dengan pikirannya menganjurkan komunisme sebagai peringkat akhir dalam masyarakat manusia, yang boleh dicapai melalui revolusi golongan proletariat. "Komunisme tulen" menurut Marx merujuk kepada masyarakat tanpa kelas, tanpa negara dan bebas penindasan di mana keputusan tentang pengeluaran dan dasar yang dibuat secara demokratik bermakna membenarkan setiap ahli masyarakat mengambil bahagian dalam proses membuat keputusan dari segi ekonomi, politik dan sosial.

Komunis tumbuh besar mendasarai pikiran setiap negara yang ada di dunia, menjadi pondasi yang berlandasan dengan pemahaman perubahan sosial harus dimulai dari pengambil alihan alat-alat produksi melalui peran Partai Komunis. Ideologi ini menjarah negara yang besar seperti Uni Soviet dan china. Dalam perkembangan komunisme mengabdi dan terpaku pada sepuluh tiang utama sebagai pedoman untuk mengkomunismekan dunia, di antaranya Penghapusan Hakmilik Persendirian., Cukai Pendapatan Progresif yang Berat., Penghapusan Hak Harta Pusaka., Perampasan Hak Pemilikan Harta., Kewujudan Bank Pusat., Sistem Komunikasi dan Pengangkutan Milik Penuh Kerajaan., Kilang dan Kawasan Pertanian dimiliki Kerajaan, Golongan Pekerja Dikawal Kerajaan., Perancangan Serantau dan Perladangan yang Dikorporatkan.,Pendidikan di bawah Kawalan Kerajaan.

Pada tahun 1920, anak kandung partai komunis dunia , muncul ditanah pertiwi, gerakan dan kontribusinya sangat menjanjikan untuk negara. Kekuatan dan negosiasi pemikiran politiknya sangat membesarkan nama indonesia, muncullahnya putra tanah air yang menjadi bagain dari besarnya partai komunis dunia seperti Tan Malaka, membuat Thailand, Filipina,dan china. Negara komunis itu mendengar nama Tan Malaka tidak asing lagi, dikenal sebagai pemuda dan penggerak yang visioner dan bersinergitas membuatnya menjadi tokoh terkemuka di indonesia.  Dengan demikian PKI Kepanjangan Partai Komunis Indoesia , menjadi ambil hak dalam sistem perpolitikan.

Dibawah pemerintahan soekarno indonesia pernah menjadi darah daging komunis dunia, namun dilihat dengan idealis, ciri khas bangsa indonesia tidak sesuai dengan apa yang disepakati oleh partai komunis. Banyaknya masyarakat tidak setuju menjadikan partai komunis sebagai partai yang asing, dan tidak cocok untuk bersinggah sana ditanah indonesia.
Pendapat ini tidak diterima oleh kaum komunis, hak untuk menjadi warga negara indonesia tetap ada, sehingga dengan adanya perbedaan paham ,membuat  pemerintahn pada saat mengalami resis yang sangat mengancam keselamatan rakyat indonesia, pembantai G30 SPKI , pembunuhan besar-besaran sampai penurunan tahta dan mengusir dari tanah indonesia orang-orang yang berdarah komunis.

Singkat dan jelas sejarah komunis itu, membuat pancasila kembali kokoh dengan 5 dasar sebagai tiang yang berakar. Pancasila tetap berumur panjang, ditengah kebimbangan akan idelogi apa yang digunakan oleh bangsa dan negara ini. Kehancuran dan pembodohan yang tenga ditempah oleh bangsa kita ditunda dan diberi jalan keluar untuk memegang erat-erat pancasila sebagai ideologi dan pegangan untuk pedoman.

Untuk Kawan-Kawanku seluruh di Tanah Air!

Kita patut merenungi apa yang diteriakkan oleh Pak Seokarno “ Perjuanganku lebih muda karena mengusir penjajah dan perjuanganmmu lebih sulit karena akan melawan bangsamu sendiri” .
kalian harus tahub Bahwa negara kita berenang diatas kepincangan generasi, aku  mengakui kita bernafas ditengah keringnya pepohonan, aku mengakui kita berjalan diatas lubang dan kerikil tajam, kalian  harus tahu bahwa kita tertawa di saat sodara kita masih bersedih, dan kalian harus  tahu bahwa indonesia akan selalu berdasar pada pancasila.

Siapa yang berani mengusir penguasa yang mencederai pancasila? Mereka yang berani menguasi lahan pertanian dan memiskinkan para petani, mereka yang berani menghapus hak pibadi untuk menyebar aspirasi? Tentunya kalian tahu mereka-mereka ini berkeliaran mencari jati diri dan sembunyi dari kemunafikan.

Untuk Kawan-kawan Seluruh Penjuru Bangsa!

Di Hari ini 9 Mei, dunia tak bisa bersembunyi dan melupakan sebagai hari komunisme bahkan indonesia sekalipun, indonesia kini sudah sangat mesrah dengan pancasila, kita bertuhan, kita Adil dan Sejahtera, Kita bersatu, Kita Bermusyawarh dan mufakat, kita ada untuk seluruh rakyat indonesia.

Tanamkan jiwa pancasila, benih komunisme mulai bergerak bagai angin “tak terlihat tapi dirasakan” .


Penulis: Ahmad Takbir Abadi