(Karena Menyerah bukan hidup ) Bukan Begitu???
Kembali menjadi catatan dalam nafas dan terbukanya mata ini, mengambil sikap sebagai manusia yang tak lupa dari kesalahan dan menganggap hidup itu sebagai pembelajaran, dan tentunya tak perlu berhenti untuk belajar dan belajar
sebuah proses harus di pandang secara bijaksana, bercerita kisah dan menatap masa depan adalah hal yang harus di deklarsikan pada hati masing-masing manusia, tak banyak kata yang harus di kobarkan atau di ungkapkan, kita patut meminjam kata dan mengamalkannya pada Kalimat indah Tuhan dalamlAl-Qur'an
Ketika Goresan Pensil Kayu telah berkumandang di Langit Butta salewangan hal itu menjadi penuntatasan yang menjadi mimpi yang lahir dalam hati ini,
dalam bulan ini aku dan Goresan Pensil Kayu Mempersembahkan sebuah syair yang muda-mudahan bermanfaat bagi manusia sekalian
jangan pernah untuk berhenti berdiri walau itu dalam keadan Gersang karena aku yakin tuhan adalah penulis terbaik, bertindak dan belajar dari kesalahan adalah guru terbesar dalam hidup ini.
PERJUANGAN BELUM SELESAI
Teriakan Untuk Pendusta
Cipta: Ahmad Takbir Abadi (Goresan Pensil Kayu)
1 Juli 2015 Masehi( 14 Ramadhan 1436 Hijriah) Pukul 22:18
Kassi, Bambu Runcing
Aku mendengar suara dalam keheningan
Melihat langit, bulan, dan bintang
Merasakan angin kesejukan
Melangkah di bulan kemenangan
Masjid-masjid penuh kepala
Berlapis kotoran sebagai dosa
Teras dan halaman bertumpuk 1000 sandal
Bekas kemaksiatan dalam melangkah
Masjid di Butta Salewangan
adalah tempat Tuhan
Menggerakkan hati manusia
Untuk bersujud serendah-rendahnya
Tangan ini terbuka
Meminta ampun menghilangkan dosa
Berlinang tangisan penyesalan
Berharap pintu syurga di mata Allah
Tapi bagaimana aku,kalian,dengan mereka ?
Hanya munafik di hadapan Allah
Enggan mengalirkan kebaikan
Bertindak serakah, membungkam nama Tuhan
Mereka yang tertidur ketika adzan
“Ash-shalaatu khairum minan-nauum”
Terlena dengan mimpi- mimpinya
Mereka yang haus dengan kesombongan
Menghalau ibadah, mengingkari agama
Mereka bermaksiat di Hutan Kota
Bermain cinta di kegelapan
Apakah mereka punya akhlak dan aurat ?
Menyembah angan kemusyrikan
Hey…. Pendusta
Hey kau, kau, dan kalian pencinta Jahanam
Aku tahu Kalian tak bertuhan
Aku tahu Kalian tak berkitab
Tapi Tuhanku Maha pemaaf
Maha pengampun dan besar kasih sayang
Ku turiakkan, cinta damai untukmu bertuhan
“ Asyhadu an-Laa Ilaaha Illallah wa Asyhadu an -na
Muhammadarrosuululloh”
Agar kau sadar
Agar kau terbangun dari tidur gelapmu
Karena…..
Aku,kau,kalian, dan mereka semua
Masih terlalu belia
Masih terlalu kecil
Untuk menghadap kepadamu Ya Allah
Tuhanku…
Cipta: Ahmad Takbir Abadi (Goresan Pensil Kayu)
1 Juli 2015 Masehi( 14 Ramadhan 1436 Hijriah) Pukul 22:18
Kassi, Bambu Runcing
Aku mendengar suara dalam keheningan
Melihat langit, bulan, dan bintang
Merasakan angin kesejukan
Melangkah di bulan kemenangan
Masjid-masjid penuh kepala
Berlapis kotoran sebagai dosa
Teras dan halaman bertumpuk 1000 sandal
Bekas kemaksiatan dalam melangkah
Masjid di Butta Salewangan
adalah tempat Tuhan
Menggerakkan hati manusia
Untuk bersujud serendah-rendahnya
Tangan ini terbuka
Meminta ampun menghilangkan dosa
Berlinang tangisan penyesalan
Berharap pintu syurga di mata Allah
Tapi bagaimana aku,kalian,dengan mereka ?
Hanya munafik di hadapan Allah
Enggan mengalirkan kebaikan
Bertindak serakah, membungkam nama Tuhan
Mereka yang tertidur ketika adzan
“Ash-shalaatu khairum minan-nauum”
Terlena dengan mimpi- mimpinya
Mereka yang haus dengan kesombongan
Menghalau ibadah, mengingkari agama
Mereka bermaksiat di Hutan Kota
Bermain cinta di kegelapan
Apakah mereka punya akhlak dan aurat ?
Menyembah angan kemusyrikan
Hey…. Pendusta
Hey kau, kau, dan kalian pencinta Jahanam
Aku tahu Kalian tak bertuhan
Aku tahu Kalian tak berkitab
Tapi Tuhanku Maha pemaaf
Maha pengampun dan besar kasih sayang
Ku turiakkan, cinta damai untukmu bertuhan
“ Asyhadu an-Laa Ilaaha Illallah wa Asyhadu an -na
Muhammadarrosuululloh”
Agar kau sadar
Agar kau terbangun dari tidur gelapmu
Karena…..
Aku,kau,kalian, dan mereka semua
Masih terlalu belia
Masih terlalu kecil
Untuk menghadap kepadamu Ya Allah
Tuhanku…





Tidak ada komentar:
Posting Komentar