Lingkungan indah, Cuma wacana
Cipta : Ahmad Takbir Abadi
Terang Mentari menyinari
Seluas cakrawala membentang diujung timur ke barat
Langit mengatap biru beranakkan awan putih dan hitam
Ditambah hujan yang di akhiri oleh pelangi
Negeriku kekasihku…
Tanah coklat nan subur terhampar luas
Menumbuhkan pepohonan,daun hijau, hingga tempat berdirinya rumah-rumah
Hingga aku menanamkan beniu cinta di antara tanah lembab dan tandus
dan menunggu cinta itu mekar seluas
batas katulistiwa
Kasihku…
Dinegeri ku mengalir air jernih nan segar
Menyegarkan tanaman, menghidupkan hewan
Bahkan,
Aku mendekapmu dengan kasih,
Bersulang kesegaran
Dan setelah fajar, akupun mengusap rambutmu
yang berlinang embun pagi
Kasihku..
Betapa indahnya negeri ini
Flora dan fauna hidup mandiri
Tumbuh dan mekar hanya untuk menghidupi
Entah butuh waktu berapa abad lagi
Atau hanya tinggal sajak dan bait-bait puisi?
Ohh…
Kasihku aku baru sadar
Bagaimana dengan mereka
Yang akan menjual bangsa kita
Hanya nama baik yang diperjuangkan
Namun, harga diri dijual murah
Hahaha…
Dialah pengusaha konglomerat
Dan penguasa birokrasi
Dia yang menguasai gunung-gunung,
pepohonan dan seluruh air semesta
Dia membeli tanah seluas hamparan
Kasihmu
Bahkan dia akan membeli harga diri
Dan menggadaikan bangsa ini
Hahaha..
Lihatlah kasihku..
Hutanku ? Lautku ?
Dijual hanya untuk sebuah tahta
dan harta
Memalukan sekali!!
Dengar wahai penguasa
Kau tak pernah bisa menghabisi lingkungan bangsaku
Tanah dan air kita akan dijual
Cahaya dan kesejukan mentari akan hanyut
Udara dan lingkungan kita terasa pengap
Gelap dalam jeruji terjajah bangsa sendiri
Kasihku..
Aku takut.. aku takut..
Anak cucu kita akan seperti apa?
Harga diri mereka pun membudak
Hidup dengan malu diatas pilu
Aku takut.. aku takut..
Karena itulah negeriku
Diselimuti lingkungan indah tapi Cuma wacana

Tidak ada komentar:
Posting Komentar