Desain Oleh Alfira Adinda Putri
flamboyan dan lapisan sinar ultra fiolet seakan menghalangiku, untuk menaruh kasih denganmu, setiap senyap sepi yang membungkus kekakuan terasa semakin kaku dan risau bergerak untuk mencari temaran yang jelas. hingga cintaku ini akan menjadi batu, dan bergabung dan membentuk pupulasi menjadi cinta yang berbatu dan menghiasi hutan batu di sudut selenrang. Aku selalau heran dengan bulan dan bintang, kepada siapa dia menaruh cinta? yang tiap harinya bersinar terang dan kadang pula tidak nampak, namun dia tidak pernah bercerita, bernyanyi , dan membuat sajak kegalaua, namun dia hanya senyap dan diam.
Di bawah kasihmu aku meminta kesejatianmu bagai cinta adam dan hawa hingga dunia menggemarinya walau mereka sekarang di surga, namun aku tidak ingin memaksa cinta kita akan seperti romeo dan juliet yang menaruh beribu jarum pahit dalam kesih cintanya. aku dan kau hanya menjadi kita, menuliskan janji dalam setu kertas dengan kesaksiaan langit dan bumi, dalam isyarat gunung-gunung dan lambaian angin riuh, dan jika hujan sebentar datang pastinya romantisme akan lakonkan melebihi adam dan hawa. Lalu tulisan kita tak perlu kita tanam dalam tanah di lapisan botol kecil, dan setelah itu mengakar dan akan menumbuh cinta yang baru. Aku tak mau cinta dan janji kita di tanam, tapi kita simpan janji itu dalam lipatan yang kecill dan masukkan ke tempat yang sunyi dan mari kita lepaskan janji kita satu di atas ketinggian namun satu permintaan , jika kita memang berjodoh dalam Lauhul Mahfuds.
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَكِيمٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُنْكَحُ النِّسَاءُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
Artinya:
Perempuan dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka menangkanlah wanita yang mempunyai agama, engkau akan beruntung.
Sekian ...
Penulis : Ahmad Takbir Abadi
Tulisan ini terbit di
http://sastrapedia.com/index.php/2015/12/10/di-bawah-sukmamu-aku-meminta/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar