di tengah kesejukan mentari dan kemurkahan sang saka di negeri yang menaungi atap pertiwi tak secukup kilat yang menyambar menghapus kisah dan tertawa sembari mengangah meratapi ketidakmungkinan, memandang dari kelas X.3 SMA Negeri 1 Maros yang bertetanggah dengan sebatang pohon nangka yang keramat namun mengisahkan kasih yang mendalam bagi mereka, yang terpaku duduk dalam hening yang ber bisa bagi ular sawah yang tak menganal padi, namun hanya mengenal mangsanya untuk santapan makan malam, SMA 1 Maros menyisihkan Mahluk yang berjenis nangkah dan merenungi sajak sembari ku ukir dalam setiap bait puisi.
Di bawah pohon nangka
cipta: Ahmad Takbir Abadi
Daun yang hijau
menjalar lebat menutup matahari
Membawa Aroma kasih
dalam irama kebersamaan
sandaran lelah
duduk di sepanjanng kursi batu
di tempah tehel arogan yang mengkilat
menarik hati merenungkan kegalauan
Mungkin dapat ku hitung
buah nangka itu dengan jemari
membedakan buah yang hitam
tertutup jamur
dengan buah yang hijau
menanti matang
ku tengok orang yang duduk
mengatapi pohon nangka
memetik gitar yang berkisah
melafalkan syair cinta
menawarkan cerita yang suka
bahkan menafsirkan duka
ku melihat pandang beda
dari mereka yang menaru kasih
ingin menuliskan cerita di bawah pohon nangka
Andai saja buah nangka
itu jatuh akan ku belah
dan menyantapnya
hingga ku rasakan
arti kebersamaan
menjalar lebat menutup matahari
Membawa Aroma kasih
dalam irama kebersamaan
sandaran lelah
duduk di sepanjanng kursi batu
di tempah tehel arogan yang mengkilat
menarik hati merenungkan kegalauan
Mungkin dapat ku hitung
buah nangka itu dengan jemari
membedakan buah yang hitam
tertutup jamur
dengan buah yang hijau
menanti matang
ku tengok orang yang duduk
mengatapi pohon nangka
memetik gitar yang berkisah
melafalkan syair cinta
menawarkan cerita yang suka
bahkan menafsirkan duka
ku melihat pandang beda
dari mereka yang menaru kasih
ingin menuliskan cerita di bawah pohon nangka
Andai saja buah nangka
itu jatuh akan ku belah
dan menyantapnya
hingga ku rasakan
arti kebersamaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar