10 Juni 2015 adalah puncak yang di nantikan oleh siswa SMP 1
Turikale, Bagaiman tidak? perjuangan menentukan nasib dan mencari masa depan
pada waktu SMP sudah tak terasa. Tiga tahun menempu jalur
kesukaran,kesenangan,dan canda tawa yang di lahirkan di hari-harinya, bahkan
saya rasa senin hingga sabtu juga rindu untuk di isi oleh siswa SMP 1 Turikale
Kelas 9 Tahun 2014/2015. Lapisan piluh dan haru tersusun dengan
kenangan-kenangan yang baik dan membanggakan berbalut Dalam bingkai tawa dan
senyuman di pagi hingga siang hari. Belajar,belajar,dan belajar adalah
kewajiban yang Tuhan dan kitabnya perintahkan untuk manusia. Kesalahan atau
“salah” cara untuk memberikan pelajaran
untuk menjadi anak yang besar dan lebih baik sehingga kita menggap bahwa “ Guru
yang terbaik di dunia ini adalah belajar dari pengalaman” dengan itu goresan
luka akan menjadi sebuah bintang yang terang.
Keberhasilan saat ini yang teman-temanku peroleh adalah
langkah awal untuk mengetuk jendela dunia bahkan , aku yakin kalau suatu saat
nanti teman-temanku semua akan membuka matanya dan melihat dunia sehingga
teman-teman menafsirkan arti keberhasilan sesungguhnya . Jadikanlah ini awal
dari segalanya, mari membuka kertas dan keratan yang mengkilat untuk sebuah
hidup yang baru. Keberhasilan tak akan lari dari kemauan (Goresan Pensil Kayu)
( Ahmad Takbir Abadi).
Sebuah jabatan yang tak biasanya kami rasakan waktu berjabat
denga guru-guru, tak seperti biasanya waktu pulang sekolah kami menjabat denga
hati bersyukur karena sudah mendapatan pelajaran dari guru-guru mata pelajaran.
Tapi kini sudah berbeda, jabatan itu sepertinya menitipkan harapan dan mimpi
kepada murid-muridnya, seorang guru adalah kemuliaan tersidiri bagi Goresan
Pensil Kayu dan murid-murid SMP 1 Turikale lainnya , di sekolah ini banyak
lahir tunas-tunas kuat dan besar . kata
Pesan guruku Pak Andi Anshar S.pd MM sebagai kepala sekolah “ bahwa jangan
berhenti belajar, teruslah bermimpi dan mengejar cita-citamu Nak” sebuah
semangat dan tetesan membara yang lahir dan terbenih dalam hati ini. Selain itu
Guru lain berpesan “ Jangan berhenti untuk membuat bangsa ini tersenyum ,
Lanjutkan perjuangan mu nak” kalimat
yang tak begitu panjang tapi jelas dan luas. Seorang guru mengajarkan kerja
keras dan berjuang untuk menggapai cita-cita muridnya, mengajarkan kasih sayang
dan suka cita untuk saling mempercayai dan membangun silaturahmi yang bermakna
bagi semua umat di dunia ini. Seorang guru memberika contoh dan teladan yang
berhara yang harus di contohi oleh
murid-muridnya khususnya perlakuan yang terpuji. Apapun yang kamu bisa lakukan
atau kamu mimpikan bisa melakukan melailah denga itu, karena di dalam kebenaran
lahir sebuah kejeniusan. Karena tujuan untuk belajar adalah tumbuh besar ,
selain itu bangsa ini juga tak butuh sebuah kalimat seperti ini tapi butuh
sebuah tindakan . banyak orang yang ingin jadi pejabat karena membaca buku lascar
pelangi , banyak orang yang ingin sekolah di luar negeri karena membaca buku
sang pemimpin. Agama sangat menganjurkan agar manusia paham degan mimpi dan
mencintai arti sebuah harapan.
Untuk adik-adik kami, kalian pasti akan mengerti dengan
regenerasi yang Tuhan ciptakaan kepada manusia, semua itu di permasalakan oleh
waktu yang terlalu sombong dan hanya berjalan tanpa melihat manusia yang
meringas keringat dan air mata, tapi itu semua skenario Tuhan yang terbaik
untuk manusia dan umatnya. Kami merendahkan segala perbuatan dan kehilafan yang
kami lakukan dan kami mohon kalian akan memegang bangku meja kami dengan
kokoh,baik, dan elok. Besarlah dengan kemauan dan kesadaranmu tak perlu cinta
dan kasih sayang lebih, tapi kalian semua
punya tempat yang indah di hati kami.
Salam Goresan Pensil Kayu
Sebuah Puisi untuk SMP 1 Turikale yang saya tampilkan pada saat perpisahan/penamatan SMP 1 Turikale Maros
Salam Goresan Pensil Kayu
Sebuah Puisi untuk SMP 1 Turikale yang saya tampilkan pada saat perpisahan/penamatan SMP 1 Turikale Maros
Goresan Pensil Kayu
Janji Generasi 2015(perpisahan Smp 1 Turikake)
Cipta : AHMAD TAKBIR ABADI
Cipta : AHMAD TAKBIR ABADI
Angiin itu seakan berwarna kasar
Menafsirkan pelangi keindahan
Awan yang putih menjadi datar
Ikhtiar terus dan membuka senyuman
Menafsirkan pelangi keindahan
Awan yang putih menjadi datar
Ikhtiar terus dan membuka senyuman
Ku coba menengok kebelakang
Melihat jalan yang belok dan lurus
Menjadikan kalah untuk belajar
Menjadikan impian sebagai senyuman
Waktu itu…..
Kami hanya manusia yang belia
Pembuangan sampah dari sekolah dasar
Mencari harkat dan martabat bahkan jati diri
Untuk sebuah mimpi dan harapan
Kami tak bisa berjalan mundur
Menghitung detik,menit bahkan kata sekalipun
Kami hanya di perbudak oleh waktu
Karena tak loyalitasnya manusia
Waktu Itu…..
Kami tak bisa membuka mata, melihat dunia
Kami lapar dengan ilmu suci
Kami sangat takut akan tertawaan
Kami belum paham akan kesombongan
Tapi kami di selimuti kerinduhan
Melihat jalan yang belok dan lurus
Menjadikan kalah untuk belajar
Menjadikan impian sebagai senyuman
Waktu itu…..
Kami hanya manusia yang belia
Pembuangan sampah dari sekolah dasar
Mencari harkat dan martabat bahkan jati diri
Untuk sebuah mimpi dan harapan
Kami tak bisa berjalan mundur
Menghitung detik,menit bahkan kata sekalipun
Kami hanya di perbudak oleh waktu
Karena tak loyalitasnya manusia
Waktu Itu…..
Kami tak bisa membuka mata, melihat dunia
Kami lapar dengan ilmu suci
Kami sangat takut akan tertawaan
Kami belum paham akan kesombongan
Tapi kami di selimuti kerinduhan
Waktu itu….
Kami tak tau apa itu Geologi
Aljabar
Past Tense
Hukum kirchof
Hukum Politik
Latar kepemimpinan
Yang kami tahu bahwa di sana ada cahaya yang terang
Kami tak tau apa itu Geologi
Aljabar
Past Tense
Hukum kirchof
Hukum Politik
Latar kepemimpinan
Yang kami tahu bahwa di sana ada cahaya yang terang
Tapi
Bunga itu ingin mekar
Memancarkan benih keharuman
Memanjakan Kesejukan dan kebatinan
Memberikan Cinta untuk sebuah masa depan
Bunga itu ingin mekar
Memancarkan benih keharuman
Memanjakan Kesejukan dan kebatinan
Memberikan Cinta untuk sebuah masa depan
Begitu juga dengan kami
kami tumbuh sebagai Anak
Punya visi dan misi
Kami tumbuh sebagai generasi
Bersarangkan bangsa di pundaknya
Kami tumbuh besar
Dengan sedikit kenakalan
Tapi punya kesadaran
Waktu Patut bersedih
Karena kami ingin angkat kaki
Beranjak Mencari Harapan
Kesidihan mendalam meninggalkan hitam dan putih
kami tumbuh sebagai Anak
Punya visi dan misi
Kami tumbuh sebagai generasi
Bersarangkan bangsa di pundaknya
Kami tumbuh besar
Dengan sedikit kenakalan
Tapi punya kesadaran
Waktu Patut bersedih
Karena kami ingin angkat kaki
Beranjak Mencari Harapan
Kesidihan mendalam meninggalkan hitam dan putih
Air mataku ini
Jadi kisah untuk hari ini, esok, lusa, dan masa depan
Terimah kasih Sekolahku, Kelasku,Terimah kasih guruku, Teman, dan sahabatku
Aku dan kalian Akan menjadi kami
berdiri di depan garis merah dan putih
Dengan sajak lantang
Di atas tanah ini
Di bawah langit ini
ku kibarkankan janji suci
Barikan Harapan dan mempimu
Biarkan kami jaminkan masa depan bangsa ini di tangan kami
Kami berjanji …….
Kami berjanji
Jadi kisah untuk hari ini, esok, lusa, dan masa depan
Terimah kasih Sekolahku, Kelasku,Terimah kasih guruku, Teman, dan sahabatku
Aku dan kalian Akan menjadi kami
berdiri di depan garis merah dan putih
Dengan sajak lantang
Di atas tanah ini
Di bawah langit ini
ku kibarkankan janji suci
Barikan Harapan dan mempimu
Biarkan kami jaminkan masa depan bangsa ini di tangan kami
Kami berjanji …….
Kami berjanji
KESAN PESAN SEORANG GURU PADA MURIDNYA
Seribu hari lebih terjajaki
ada banyak senyum tecipta
diantara riangnya siang
diantara tawa gejolak remaja
Di sini....
tempat berteduhnya patriot muda
tempat menuang segala cita
seperti abu putih bajunya
seperti merah putih semangatnya
Setelah lama merenda hari mengusung mimpi
berat terasa kami lepaskan
Selamat tinggal cerita indah
perpisahan bukanlah kehilangan
hanya batas tipis antara kisah dan kenangan
Selamat jalan pejuang muda
kobarkan semangat kebenaran di dadamu
jalan panjang yang masih terbentang
menanti pijakkan kokoh kakimu
Berlarilah menggapainya
melajulah...
~ Ada Pertemuan Pasti Ada Perpisahan
Semoga Kau Bisa Gapai Cita2mu Wahai Anak Didikku
Rasa bersyukur Tak henti-hentinya ku panjatkan kepada Tuhan
yang maha esa, karena aku yakin , Tuhan meminjamkan hidup ini untuk kita
gunakan sebaik mungkin


Tidak ada komentar:
Posting Komentar