Kamis, 21 Mei 2015

Kamis 21 mei 2015 " Balai Bambu di Teras H Dolla" Petua Dari Kassi

Sebuah sajak AHMAD TAKBIR ABADI dalam memperkenalkan Mahakarya H Dolla Petua dari Kassi



Aku duduk di balai depan rumah H Dolla
Selapas sujud senja karena takut kepada Tuhan
Aku di dorong oleh bumi
Untuk duduk di antar jepitan bambu kuning
yang berdinding balok balok malang yang di makan usia

Aku coba duduk dengan di dahului bokong
Sambil di temani bebarapa serangga nyamuk
Berkecumuk mencintai darah darah segarku
Dku coba bertahan dan bersahabat dengan nyamuk
dan ku sadar darah ini memang sedikit kotor dengan
Dosa sebagai mahluk di atas hewan dan tanaman

Seketika aku bosan,
Lalu entah kenapa
Jeramiku ingin tidur di atas balai kuning yang seusia anak kelas 6 SD
dengan berbantalan tangan ki kiri di bawah dan kanan di atas

Ketika aku tertidur
Mata ini terbuka lebar melihat bentangan langit hitam
yang kelam dan penuh arti
Menunggu bulan yang terang sebagai pengikut dari cahaya mentari di bangsa lain

Aku bertanya
Dimana Lampu Malam indonesia
di sini sangat gelap di tambah redupnya sang rembulan!
Kini aku hanya berharap hanya
Bintang bintang yang menyinari mataku


Di atas balai ini bukan hanya tempat melepas
Penak kegalauan dalam kehidupan
Tapi tempat balai bambu tua ini
Wadah di mana rangkuman Gosip
Sepanas 2000 derajat celsius
yang memainkan mulut ke mulut
dan bisikan setan tidak di sadarkan manusia
Ketika raga ini ingin beranjak darinya

Aku berpikir dari sajak ini
Bahwa balai itu adalah mahakarya dari H Dolla
Terimah Kasih Kakek Buyut
Sebuah Karya Biasa Tapi Punya Banyak Arti


Makna:
Dengan ku berpikir bahwa kita sebagai anak cucunya sebaiknya diam dan mendengar nasihat dari seorang kakek yang tentunya sudah bernafas ketika bangsa dan negara ini bercampur aduk dengan zaman ! Usia yang lebih tua dari bangsa ini
Teruslah berbuat untuk anak cucumu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar